Mahasiswa Malang Serahkan SIBAKOP untuk Digitalisasi Koperasi Desa

MajalahPIP.com, MALANG – Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) menyerahkan aplikasi SIBAKOP kepada Koperasi Desa Merah Putih Desa Rejosari. Aplikasi tersebut dirancang untuk mendukung digitalisasi administrasi dan pengelolaan data koperasi.
Penyerahan dilakukan mahasiswa UM BBM Kelompok 2 Desa Rejosari. Kegiatan berlangsung di Gedung KDMP Desa Rejosari, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Kamis (31/7/2026).
SIBAKOP merupakan singkatan dari Sistem Informasi dan Backup Koperasi Desa Merah Putih. Aplikasi tersebut dikembangkan sebagai salah satu luaran program kerja mahasiswa UM BBM.
Aplikasi ini dirancang untuk membantu pengelola koperasi melakukan pendataan dan pengelolaan informasi. SIBAKOP juga menyediakan sistem pencadangan data secara lebih terstruktur.
Pengembangan aplikasi tersebut berangkat dari kebutuhan pengelola koperasi terhadap sistem pendataan yang lebih terorganisasi. Sebelumnya, pengelolaan data masih menghadapi sejumlah kendala.
Kendala tersebut terutama berkaitan dengan pengoperasian sistem yang tersedia. Proses pencadangan dan pengelolaan data juga masih membutuhkan dukungan sistem yang lebih terstruktur.
Melalui SIBAKOP, mahasiswa menghadirkan sistem pendukung untuk berbagai kebutuhan administrasi koperasi. Seluruh kebutuhan tersebut dapat dikelola melalui satu aplikasi.
SIBAKOP Punya Fitur Backup Data
SIBAKOP memiliki sejumlah fitur untuk mendukung pengelolaan koperasi. Fitur tersebut meliputi data anggota, master barang dan inventaris, dokumen, serta keuangan.
Aplikasi ini juga menyediakan fitur kasir, penjualan, backup database, dan restore database. Fitur tersebut dirancang untuk membantu pengelola mendokumentasikan aktivitas koperasi.
Salah satu fitur utama SIBAKOP adalah pencadangan database. Data yang sudah dikelola dapat dicadangkan dalam bentuk file database.
File tersebut dapat disimpan sebagai salinan data. Salinan itu kemudian dapat digunakan kembali ketika diperlukan.
Aplikasi juga menyediakan fitur restore database. Fitur tersebut membantu pengelola melakukan pemulihan data ketika dibutuhkan.
Pada modul anggota, pengelola dapat menyimpan berbagai data anggota koperasi. Data tersebut mencakup nomor anggota, NIK, nama, jenis kelamin, dan alamat.
Data lainnya meliputi nomor telepon, tanggal bergabung, serta status keanggotaan. Pengelola juga dapat menyimpan dokumen kartu identitas dalam bentuk foto.
Sementara itu, modul keuangan digunakan untuk mencatat transaksi kas masuk dan kas keluar. Modul tersebut juga menampilkan total pemasukan, pengeluaran, dan saldo kas.
SIBAKOP turut menyediakan modul kasir dan penjualan yang saling terintegrasi. Pengelola dapat mencatat transaksi melalui modul kasir.
Data penjualan yang sudah tercatat juga dapat dilihat kembali. Dengan demikian, transaksi koperasi dapat terdokumentasi lebih rapi dan mudah ditelusuri.
Mahasiswa Berharap SIBAKOP Berkelanjutan
Dalam kegiatan penyerahan, mahasiswa memperkenalkan fungsi utama SIBAKOP kepada pengelola koperasi. Mahasiswa juga menjelaskan alur penggunaan aplikasi tersebut.
Penyerahan aplikasi diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Sistem tersebut diharapkan terus dimanfaatkan dan dikembangkan sesuai kebutuhan koperasi.
Intan Nuraini, salah satu mahasiswa UM BBM, mengatakan pengembangan SIBAKOP menjadi bentuk penerapan pengetahuan mahasiswa. Program tersebut juga menjadi upaya menghadirkan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Melalui SIBAKOP, kami berharap pengelola Koperasi Desa Merah Putih dapat memiliki sistem pendukung yang lebih terstruktur untuk mengelola data dan transaksi koperasi, sekaligus memiliki mekanisme pencadangan data yang dapat membantu menjaga keberlangsungan data koperasi,” ujar Alvin, mahasiswa UM BBM.
Dengan diserahkannya SIBAKOP, mahasiswa berharap aplikasi tersebut dimanfaatkan secara berkelanjutan. Aplikasi ini diharapkan menjadi langkah awal transformasi digital koperasi tingkat desa.
Penyerahan SIBAKOP menjadi salah satu luaran program kerja UM BBM di Desa Rejosari. Program tersebut mengintegrasikan kemampuan mahasiswa dengan kebutuhan nyata masyarakat.
Keberadaan sistem tersebut diharapkan membantu meningkatkan kerapian administrasi koperasi. Selain itu, SIBAKOP diharapkan meningkatkan efisiensi pengelolaan data dan informasi. (MajalahPIP)

.jpeg)


