UMKM Binaan Pertamina Catat Omzet Rp8,57 Miliar dari Pameran

UMKM binaan Pertamina mencatat omzet Rp8,57 miliar dari berbagai pameran regional, nasional, dan internasional sepanjang semester I-2026. (Foto: Dok Pertamina)

MajalahPIP.com, JAKARTA – UMKM binaan Pertamina mencatat omzet Rp8,57 miliar sepanjang semester I-2026 dari keikutsertaan dalam berbagai pameran.

Pameran tersebut berlangsung di tingkat regional, nasional, hingga internasional. Kegiatan itu menjadi pintu bagi UMKM memperluas pasar dan jaringan bisnis.

Selain menghasilkan transaksi, pameran menjadi ruang memperkenalkan produk kepada calon pembeli dan mitra bisnis.

Ajang tersebut juga membuka peluang kolaborasi antar-UMKM sekaligus menguji daya saing produk di pasar yang lebih luas.

 

Salah satu UMKM yang merasakan manfaat tersebut adalah Sambal Ning Niniek. Usaha tersebut dirintis oleh Sri Wahyuni.

Sri terus mengembangkan pasar melalui berbagai pameran dan program pengembangan usaha yang diberikan Pertamina.

“Bagi saya, setiap tahap yang kami lalui adalah bagian dari proses untuk terus berkembang. Peran Pertamina dalam perjalanan Sambal Ning Niniek sangat luar biasa. Kami mendapatkan bantuan modal Rp35 juta pada 2023 yang sangat membantu memperkuat operasional dan meningkatkan kapasitas produksi,” kata Sri dalam keterangan tertulis, Kamis (13/8/2026).

“Bisa terpilih sebagai salah satu dari 30 finalis Pertamina Aggregator 2025 juga menjadi motivasi bagi kami untuk terus belajar dan mengembangkan usaha ini,” sambungnya.

Sri mengatakan pelatihan melalui UMK Academy turut membantu meningkatkan kapasitas usahanya. Kesempatan mengikuti berbagai pameran juga memperluas jaringan pemasaran Sambal Ning Niniek.

Pertamina Fasilitasi Sertifikasi UMKM

Pengembangan akses pasar UMKM perlu ditopang kesiapan usaha dan kualitas produk. Legalitas, sertifikasi, kualitas produk, pemasaran, hingga pengelolaan bisnis menjadi bagian penting. Hal tersebut dibutuhkan agar UMKM mampu menangkap peluang pasar yang semakin terbuka.

Hingga akhir Juni 2026, Pertamina telah memfasilitasi 2.822 sertifikasi bagi UMKM binaannya.

Sertifikasi membantu pelaku usaha memenuhi aspek legalitas dan standar produk. Langkah tersebut juga meningkatkan kepercayaan konsumen sebagai bekal memasuki pasar yang lebih luas.

Selain sertifikasi, Pertamina memperkuat kemampuan pelaku usaha melalui berbagai program pelatihan. Sebanyak 579 pelatihan diselenggarakan melalui Rumah BUMN Pertamina hingga Juni 2026.

Materi pelatihan mencakup pemasaran digital, legalitas, kualitas produk, daya saing, hingga pengelolaan usaha.

Ratusan Pameran Buka Akses Pasar

Pertamina juga membuka akses pasar melalui berbagai pameran bagi UMKM binaannya. Hingga Juni 2026, UMKM binaan telah difasilitasi mengikuti 414 pameran regional, nasional, hingga internasional.

Sejumlah pameran tersebut antara lain Food & Hospitality Indonesia dan Indonesia International Furniture Expo (IFEX). UMKM binaan Pertamina juga mengikuti Indonesia International Motor Show (IIMS) dan INACRAFT 2026.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan dukungan tersebut bertujuan memperkuat kemandirian UMKM.

“Di balik setiap produk UMKM, ada keringat dan kerja keras. Namun, langkah mereka sering terhenti oleh keterbatasan ruang untuk berkembang. Memahami kondisi ini, Pertamina hadir bukan sekadar memberi pelatihan. Kami membantu UMKM melengkapi sertifikat serta legalitas, membuka akses pasar, memperluas jejaring, dan merangkai peluang baru agar usaha mereka sungguh-sungguh bertumbuh,” ujar Baron.

Menurut Baron, momentum Hari UMKM Nasional menjadi pengingat pentingnya ekosistem pengembangan usaha. Ekosistem tersebut diperlukan agar pelaku UMKM dapat terus meningkatkan kapasitas dan memperluas pasar.

Pertamina mengambil peran sebagai enabler melalui pendampingan dan peningkatan kapasitas pelaku usaha. Peran tersebut juga dilakukan melalui fasilitasi sertifikasi serta pembukaan akses pasar bagi UMKM.

Upaya pengembangan UMKM turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs).

Fokusnya antara lain Tujuan 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Selain itu, program tersebut mendukung Tujuan 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.

Pengembangan UMKM juga sejalan dengan Asta Cita ketiga melalui penguatan kewirausahaan dan industri kreatif. Program tersebut sekaligus diarahkan untuk mendorong penciptaan lapangan kerja berkualitas.

“Melalui ekosistem yang semakin terbuka, UMKM diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan penjualan, tetapi juga tumbuh menjadi usaha yang lebih kuat, kompetitif, dan mampu memperluas pasar secara mandiri,” tutupnya. (sbh)