Pemerintah Siapkan Kredit Murah untuk Dongkrak Motor Listrik Nasional

Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara peluncuran motor listrik nasional serta ekosistem pendukung di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (14/8/2026). (Foto:; Istimewa)

MajalahPIP.com, JAKARTA – Pemerintah menyiapkan skema kredit murah untuk meningkatkan penetrasi motor listrik nasional di pasar domestik.

Skema pembiayaan khusus tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah mendorong kemandirian industri otomotif berbasis energi bersih.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, mengatakan skema itu atas arahan Presiden Prabowo Subianto.

Pembiayaan tersebut diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap motor listrik nasional. Pemerintah juga mengandalkan hilirisasi nikel untuk memperkuat rantai pasok industri.

 

“Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, kita harus mandiri dan berdikari berdiri di atas kaki sendiri untuk setiap kegiatan ekonomi di Indonesia. Untuk kepentingan motor listrik nasional (Monas) ini, semuanya ada di kita. Ini adalah kolaborasi dan sinergi antara pemerintah, BUMN, dan pengusaha nasional dalam rangka meningkatkan kemandirian,” ujar Rosan dalam peluncuran motor listrik nasional serta ekosistem pendukung di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (14/8/2026).

Hilirisasi Nikel Jadi Fondasi

Rosan mengatakan Indonesia memiliki keunggulan komparatif dalam pengembangan industri kendaraan listrik. Salah satunya berupa cadangan nikel yang besar.

Menurut Rosan, cadangan nikel Indonesia mencapai 46 persen dari total cadangan global. Kekayaan tersebut dinilai menjadi modal penting produksi baterai kendaraan listrik.

Pemerintah berkomitmen mengintegrasikan proses hilirisasi nikel hingga menjadi komponen baterai. Produk tersebut nantinya dapat memasok kebutuhan industri motor listrik nasional.

“Baterai untuk motor listrik nasional ini akan kita dukung secara penuh memanfaatkan nikel kita, karena 46 persen riset nikel dunia ada di Indonesia. Kita punya teknologi dan kemampuan sehingga karya anak bangsa ini bisa berkembang, terjangkau, dan berkualitas tinggi,” terangnya.

Rosan menilai penguatan rantai pasok domestik penting untuk membangun industri motor listrik nasional. Langkah tersebut juga diharapkan meningkatkan nilai tambah komoditas nikel.

Penjualan Motor Listrik Masih Minim

Di sisi lain, potensi pasar sepeda motor Indonesia dinilai sangat besar. Populasi sepeda motor konvensional saat ini mencapai sekitar 140 juta unit.

Penjualan sepeda motor nasional juga berada di kisaran 6 juta hingga 7 juta unit setiap tahun. Namun, penyerapan motor listrik masih sangat rendah.

Rosan menyebut penjualan motor listrik baru mencapai sekitar 60 ribu hingga 70 ribu unit per tahun. Angka tersebut setara sekitar 1 persen dari total penjualan tahunan.

Kondisi tersebut menunjukkan masih terbuka ruang pertumbuhan besar bagi industri motor listrik. Pemerintah pun menargetkan penetrasi kendaraan listrik terus meningkat.

“Jika kita lihat, potensinya bisa tumbuh secara eksponensial. Market size industri ini bisa mencapai USD170 miliar. Oleh sebab itu, saat ini ada kurang lebih 10 perusahaan nasional yang sedang memenuhi kriteria Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) oleh Kementerian Perindustrian,” kata Rosan.

Pemerintah berharap penguatan pembiayaan, hilirisasi, dan industri dalam negeri mempercepat perkembangan motor listrik nasional.

Kombinasi kebijakan tersebut ditujukan untuk menciptakan ekosistem kendaraan listrik yang mandiri dan berdaya saing. (sbh)