Menkop: Minat Generasi Muda Berkoperasi Terus Meningkat

MajalahPIP.com – JAKARTA, Minat generasi muda terhadap koperasi terus menunjukkan tren positif. Kementerian Koperasi (Kemenkop) mencatat semakin banyak anak muda membentuk koperasi di berbagai sektor ekonomi kreatif, mulai dari konten kreator, animator, hingga petani milenial. Kondisi ini dinilai menjadi sinyal meningkatnya literasi dan kepercayaan generasi muda terhadap model usaha berbasis koperasi.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan, Kemenkop telah menerima pendaftaran sejumlah koperasi yang diprakarsai kalangan muda. Menurutnya, perkembangan tersebut membuktikan koperasi tetap relevan di tengah perubahan ekonomi dan mampu menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan usaha.
“Saat ini kami menerima pendaftaran koperasi mulai dari koperasi konten kreator, animator dan lainnya, bahkan kalau di kampus HKBP Nommensen ini ada koperasi mahasiswa. Kami siap mendampingi agar tumbuh lebih besar,” kata Ferry saat memberikan kuliah umum di Universitas HKBP Nommensen, Medan, Rabu (29/7/2026), dikutip dari Antara, Kamis (30/7/2026).
Ferry menegaskan, model usaha koperasi memiliki prospek besar bagi generasi Z dan milenial, terutama untuk memperkuat daya saing pelaku ekonomi kreatif. Karena itu, Kemenkop siap memberikan pendampingan, pembinaan, hingga fasilitasi bagi koperasi yang telah berdiri, termasuk yang digagas oleh anak muda.
Selain mendorong lahirnya koperasi baru, Kemenkop juga mengajak generasi muda berperan aktif dalam operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), salah satu program strategis pemerintah untuk memperkuat ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data Sistem Informasi Koperasi Desa Merah Putih (Simkopdes) per 27 Juli 2026, sebanyak 83.382 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah terbentuk di seluruh Indonesia. Meski demikian, sebagian besar koperasi tersebut masih berada pada tahap pengembangan sehingga belum seluruhnya memiliki gerai usaha, gudang, maupun fasilitas pendukung.
Sebagai tahap awal, sekitar 1.000 KDKMP di Jawa Tengah dan Jawa Timur telah mulai beroperasi dengan menjalankan berbagai unit usaha.
Ferry menjelaskan, tujuh unit usaha yang akan dikelola KDKMP membuka peluang luas bagi lulusan perguruan tinggi untuk mengembangkan kompetensi sekaligus berkontribusi dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Ia menambahkan, operasional KDKMP masih membutuhkan penyempurnaan secara bertahap agar mampu menyesuaikan potensi dan kebutuhan setiap daerah. Oleh sebab itu, perguruan tinggi diharapkan berperan aktif melalui pendampingan, riset, serta pemberian masukan dalam pengembangan koperasi.
Dalam kesempatan tersebut, Ferry juga mengapresiasi komitmen Universitas HKBP Nommensen yang menyatakan kesiapan mendukung pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Sumatera Utara. (*)

.jpeg)


