Ketum Dekopin: Di Eropa Koperasi Kelola Sepak Bola

Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Bambang Hariyadi (Foto: Dok Gerindra)

MajalahPIP.com – JAKARTA, Anggapan bahwa koperasi merupakan sistem ekonomi kuno dinilai sudah tidak relevan. Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Bambang Haryadi menegaskan, sejumlah organisasi besar dunia, termasuk klub sepak bola elite Eropa, masih menerapkan model koperasi dalam tata kelolanya.

Pernyataan itu disampaikan Bambang saat memberikan pidato pada peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Indonesia Arena, Jakarta, beberapa waktu lalu. Menurutnya, keberhasilan sejumlah klub besar membuktikan koperasi tetap relevan dan mampu berkembang mengikuti zaman.

“Stigma koperasi selama ini dinilai sebagai alat ekonomi kuno dan kecil sangat tidak relevan dan salah besar,” ucapnya.

“Kami contohkan, cabang olahraga yang sangat digandrungi masyarakat, yaitu sepak bola. Klub-klub besar di Eropa seperti Real Madrid, Barcelona [Barca], Bayern Munchen, bahkan dikelola dengan sistem koperasi,” lanjut Bambang.

 

Selain di sektor olahraga, Bambang mengatakan model koperasi juga diterapkan di industri perbankan. Ia mencontohkan Rabobank, salah satu bank terbesar di Belanda, yang dimiliki oleh koperasi.

“Bahkan, juga salah satu bank di Belanda, terbesar di Belanda, bernama Rabobank dimiliki oleh koperasi,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Bambang menyebut Hari Koperasi Nasional ke-79 sebagai momentum kebangkitan gerakan koperasi di Indonesia setelah hampir tiga dekade dinilai kurang mendapat perhatian.

Menurutnya, perhatian pemerintah terhadap koperasi kembali menguat pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Hal itu, kata Bambang, tercermin dari penetapan koperasi sebagai program prioritas nasional, termasuk melalui pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

“Kami yakin koperasi akan bangkit kembali di era kepemimpinan Bapak. Keberpihakan Bapak Presiden kepada gerakan koperasi bukan hanya slogan semata, itu terbukti nyata dengan dibentuknya Koperasi Desa dan Koperasi Kelurahan Merah Putih,” tuturnya.

Bambang berharap penguatan program koperasi tersebut mampu menghapus stigma lama sekaligus mendorong koperasi menjadi pilar utama ekonomi kerakyatan yang modern, profesional, dan berdaya saing. (sbh)