Koperasi Merah Putih Berpotensi Serap 500 Ribu Tenaga Kerja

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memproyeksikan Koperasi Merah Putih dapat menyerap 500 ribu tenaga kerja di seluruh Indonesia. (Foto: beritasatu.com)

MajalahPIP.com, MAKASSAR – Program Koperasi Desa/Kelurahan, dan Koperasi Nelayan Merah Putih diproyeksikan mampu menyerap hampir 500 ribu tenaga kerja di seluruh Indonesia. Pemerintah menyebut program tersebut tidak hanya memperkuat ekonomi desa, tetapi juga menjadi penggerak penciptaan lapangan kerja baru.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyampaikan hal itu usai menjadi pembicara dalam Seminar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Selasa (4/8/2026).

Menurut Zulkifli, setiap Koperasi Merah Putih diperkirakan mempekerjakan enam hingga tujuh orang. Dengan target pembentukan sekitar 80 ribu koperasi, program tersebut berpotensi menciptakan hampir setengah juta lapangan kerja.

“Dia menciptakan lapangan kerja (create job). Dibangun besar-besaran koperasi ini agar bisa menyerap tenaga kerja di desa itu. Kalau ada enam orang, tujuh orang saja kan? Tujuh orang kali 80.000 desa, sudah hampir setengah juta orang yang bisa bekerja,” ujarnya.

 

Kembangkan Potensi Desa

Selain membentuk koperasi desa, pemerintah akan mengembangkan koperasi berbasis potensi lokal, termasuk di kawasan perikanan.

Zulkifli mengatakan budidaya ikan tematik, pembangunan cold storage, hingga pabrik es di desa nelayan akan membuka peluang kerja baru.

Menurutnya, program tersebut menjadi solusi untuk mengurangi pengangguran, terutama bagi lulusan SMA dan perguruan tinggi.

“Sekarang banyak lulusan SMA maupun kampus yang kesulitan mendapatkan pekerjaan. Kalau itu nanti bisa menyerap enam orang lagi, sekitar 240.000 orang juga bisa bekerja dengan baik. Intinya kita membangun pemberdayaan ekonomi desa, juga menyerap tenaga kerja sebanyak-banyaknya,” tuturnya.

Bukan Pesaing Warung Kelontong

Zulkifli menegaskan Koperasi Merah Putih bukan pesaing warung kelontong maupun supermarket. Menurutnya, koperasi akan menjadi infrastruktur pemerintah untuk menyalurkan subsidi dan berbagai bantuan kepada masyarakat.

Koperasi juga akan berperan sebagai offtaker yang membeli hasil panen petani dan nelayan dengan harga lebih menguntungkan. Ia membantah informasi yang menyebut warung akan ditutup akibat kehadiran koperasi.

“Hoaks warung-warung ditutup. Itu jahat sekali. Banyak yang menularkan, akhirnya muncul konten dibangun di tengah kuburan, bahkan ada yang di tengah laut. Itu kan macam-macam. Memangnya bagaimana membangun di tengah laut? Menyemennya bagaimana?” jelasnya.

“Warung disuruh tutup, itu memang saya kira mungkin ada yang terganggu sehingga menyerang seperti itu. Kita enggak tahu. Namun, kita ingin terus berubah menjadi lebih baik agar kemiskinan berkurang, ekonomi desa tumbuh, dan orang bisa bekerja,” tambahnya.

Subsidi Lebih Tepat Sasaran

Zulkifli mengatakan Koperasi Merah Putih juga akan memperkuat penyaluran bantuan sosial dan subsidi pemerintah hingga tingkat desa.

Pendataan penerima bantuan akan dilakukan langsung di desa agar subsidi lebih tepat sasaran.

“Kenapa dia sebagai infrastruktur pemerintah? Karena menurut Pak Luhut, bantuan-bantuan sosial itu banyak yang tidak tepat sasaran. Jadi nanti kalau desa yang mengurus, dicek. Benarkah yang menerima memang yang berhak? Dengan begitu subsidi bisa tepat sasaran. Lama-lama nanti sistemnya by name, by address sehingga bantuan benar-benar tepat sasaran,” tandasnya.

Pemerintah berharap Program Koperasi Merah Putih mampu memperkuat ekonomi desa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menciptakan lapangan kerja secara merata di seluruh Indonesia. (sbh)