Kemensos Uji Coba Penyaluran Bansos Lewat 900 KDMP

MajalahPIP.com, JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) akan memulai uji coba penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui 900 titik Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang telah siap beroperasi.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah mendekatkan layanan bansos kepada masyarakat sekaligus memperkuat peran koperasi sebagai pusat layanan ekonomi desa.
Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, uji coba tersebut merupakan implementasi rencana strategis yang terintegrasi dengan Koperasi Desa Merah Putih berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025.
Rencana itu dipaparkan dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Selasa (28/7/2026).
“Ini kita akan coba jajaki. Karena sekarang sudah mulai proses penyaluran triwulan 3, nanti akan kita lihat dan simulasikan. Kita akan coba dulu penyaluran di 900 titik KDMP yang sudah siap beroperasi. Dan yang akan melayani nantinya adalah agen-agen dari perbankan,” kata Gus Ipul.
Gus Ipul menjelaskan, selama ini penyaluran bansos dilakukan melalui bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) maupun PT Pos Indonesia. Ke depan, akses pencairan bantuan akan didekatkan ke tingkat desa melalui gerai KDMP.
Meski demikian, ia menegaskan uji coba tersebut tidak mengubah mekanisme yang berlaku. Bank Himbara tetap menjadi penyalur resmi dengan membuka agen di gerai KDMP, sehingga pengelolaan data penerima manfaat tetap berada di bawah kendali perbankan.
Adapun jenis bantuan sosial yang akan disalurkan melalui skema ini meliputi Program Keluarga Harapan (PKH) serta Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) atau Bansos Sembako.
PT Pos Indonesia juga dipastikan tetap berperan dalam penyaluran bansos, terutama bagi masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta penerima manfaat dengan kondisi khusus, seperti lanjut usia dan penyandang disabilitas berat. Dalam skema tersebut, bantuan akan tetap diantarkan langsung ke rumah penerima.
“KDMP itu kan posisinya di desa, sehingga penerima manfaat tidak perlu jauh-jauh dan bisa lebih mudah mengakses,” jelas Gus Ipul.
“Jadi, ada dua pilihannya. Pertama, pihak perbankan akan membuka agen di KDMP-KDMP. Yang kedua, kalau regulasinya sudah ada perubahan, bisa jadi penyalurannya lewat langsung ke KDMP. Tapi, untuk sekarang regulasinya memang melalui Himbara,” lanjutnya.
Selain penyaluran bansos, Kemensos juga menyiapkan empat strategi yang diintegrasikan dengan Koperasi Desa Merah Putih untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat.
“Yang pertama mendorong seluruh penerima manfaat atau keluarga penerima manfaat dapat menjadi anggota KDMP,” ujarnya.
Strategi berikutnya adalah mendorong produk hasil usaha keluarga penerima manfaat dipasarkan melalui KDMP. Selanjutnya, penyaluran bansos dilakukan secara bertahap melalui KDMP, serta mendorong keluarga penerima manfaat berbelanja kebutuhan pokok di koperasi yang berada di desa masing-masing.
Menurut Gus Ipul, integrasi tersebut akan membuat layanan bantuan sosial lebih mudah dijangkau, meningkatkan efektivitas penyaluran, sekaligus menggerakkan perekonomian desa.
Rakortas tersebut juga membahas percepatan operasionalisasi serta penyelesaian payung hukum berupa Peraturan Presiden (Perpres) untuk Koperasi Desa Merah Putih. Pemerintah menargetkan KDMP menjadi pusat layanan desa yang mencakup infrastruktur, logistik, layanan pemerintahan, distribusi pupuk, sembako, bantuan pemerintah, hingga layanan kesehatan. (RUS)

.jpeg)


