Koperasi Butuh Fasilitas Ekspor Komperehensif dari Pemerintah

MajalahPIP.com, JAKARTA – Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Koperasi Energi Digital Indonesia (KENDI) dengan NACF Korea Selatan membuka peluang bagi produk-produk pertanian anggota koperasi untuk memasuki pasar Korea Selatan.
Penandatanganan dilakukan oleh Se Gon Chang, Director Ing Shop Co. Ltd., yang merupakan bagian dari anggota NACF (National Agricultural Cooperative Federation) atau Nonghyup, bersama Teguh Eko Prartyono, Direktur Utama PT Talang Energi Pratama (TEP), perusahaan yang dimiliki oleh Koperasi Energi Digital Indonesia (KENDI).
Menurut Teguh Eko, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Dekopin Bidang Komunikasi Publik dan Sosialisasi, koperasi masih menghadapi berbagai hambatan untuk memasuki pasar internasional, terutama dalam hal perizinan yang belum mudah diakses.
“Apalagi kita berharap menghubungkan koperasi pertanian di daerah-daerah dengan pasar internasional. Rata-rata koperasi masih kesulitan mengakses izin ekspor dan perdagangan internasional,” ujarnya.
Teguh Eko berharap pemerintah mulai memberikan perhatian lebih terhadap kebutuhan koperasi, khususnya dalam memperoleh perizinan ekspor maupun impor. Menurutnya, peran pemerintah dalam penyediaan perizinan serta jaminan pembiayaan bagi koperasi untuk memasuki perdagangan internasional harus dilakukan secara luas dan ditangani secara komprehensif.
Pemerintah juga dapat memulai dengan mendata komoditas unggulan yang dimiliki koperasi-koperasi produsen yang memiliki kelayakan untuk memasuki pasar internasional. Data tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui pendampingan, seperti pelatihan ekspor-impor bagi koperasi yang memiliki produk unggulan.
“Tanpa pendampingan yang memadai, koperasi tidak bisa langsung berhubungan dan terlibat dalam kancah perdagangan internasional karena pasti akan melalui mediator, sehingga nilai tambah lebih banyak dinikmati oleh pihak yang memiliki modal dan perizinan,” tambah Teguh Eko.
Melalui MoU dengan anggota Nonghyup tersebut, Koperasi Energi Digital Indonesia (KENDI) mengambil langkah strategis dengan membentuk PT Talang Energi Pratama guna mengatasi kesulitan koperasi dalam mengakses fasilitas ekspor dan impor dari pemerintah.
“KENDI harus berusaha menyiasati persoalan ini untuk memudahkan anggota koperasi memanfaatkan peluang pasar Korea Selatan,” ujar Teguh Eko yang juga menjabat sebagai Ketua Umum KENDI.
Kerja sama awal KENDI dengan salah satu anggota Nonghyup ini membuka peluang ekspor berbagai komoditas pertanian Indonesia, seperti jahe, kunyit, kelapa sawit, serta produk perikanan.
“Peluang komoditas pertanian kita sangat luas. Pemerintah sejatinya perlu melihat pengembangan koperasi ke arah ekspor ini. Kebutuhan kita bukan sekadar modal, tetapi juga kemudahan regulasi dan fasilitas khusus bagi koperasi untuk melakukan ekspor,” pungkas Teguh Eko. (*)

.jpeg)


