BPS: Kendaraan Kopdes Tak Dongkrak Investasi Kuartal II

MajalahPIP.com, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) menegaskan pengadaan kendaraan untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bukan menjadi faktor yang mendorong pertumbuhan investasi pada triwulan II-2026.
Pasalnya, seluruh realisasi belanja kendaraan program tersebut telah dicatat dalam komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) pada triwulan I-2026.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh Edy Mahmud menjelaskan pengadaan kendaraan untuk program KDKMP telah direalisasikan pada awal tahun. Karena itu, kontribusinya terhadap investasi sudah masuk dalam perhitungan PMTB pada kuartal pertama.
“Pengadaan kendaraan untuk KD/KMP sudah tercatat di triwulan I, karena memang realisasinya kan di triwulan I, jadi sudah bagian dari PMTB,” ujar Edy dalam konferensi pers di Kantor BPS Pusat, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Edy mengatakan, pertumbuhan investasi pada triwulan II-2026 tidak lagi dipengaruhi oleh pengadaan kendaraan untuk koperasi desa. Menurutnya, kenaikan PMTB pada periode April-Juni lebih banyak didorong aktivitas investasi sektor usaha.
Ia menjelaskan, subkomponen kendaraan dalam PMTB meningkat seiring melonjaknya penjualan kendaraan niaga, seperti truk, pikap, dan bus. Selain itu, impor kapal tanker dan kapal laut turut memberikan kontribusi terhadap kenaikan investasi.
“Jadi, peningkatan PMTB untuk subkomponen kendaraan sejalan dengan peningkatan penjualan kendaraan niaga. Jadi, penjualan kendaraan niaga seperti truk, pikap, dan bus, juga impor kapal tanker dan kapal laut,” katanya.
Data BPS mencatat subkomponen kendaraan dalam PMTB tumbuh 26,03 persen secara tahunan (year-on-year) pada triwulan II-2026. Pada periode yang sama, penjualan kendaraan niaga melonjak 38,76 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Secara keseluruhan, PMTB pada triwulan II-2026 tumbuh 6,87 persen. Komponen ini menjadi penyumbang terbesar kedua terhadap pertumbuhan ekonomi nasional setelah konsumsi rumah tangga.
Capaian tersebut menunjukkan investasi swasta dan aktivitas dunia usaha masih menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, dampak belanja kendaraan program KDKMP telah lebih dahulu tercermin dalam kinerja investasi pada triwulan I-2026.

.jpeg)


