Menteri Koperasi Dorong Koperasi Bangun Pabrik CPO

MajalahPIP.com, JAKARTA – Menteri Koperasi Ferry Juliantono mendorong koperasi sektor perkebunan membangun dan mengelola pabrik minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).
Langkah tersebut dinilai penting untuk mempercepat hilirisasi kelapa sawit sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi petani.
Ferry mengatakan hilirisasi sawit berbasis koperasi membutuhkan dukungan berbagai pihak. Salah satunya PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) yang mendapat mandat mengelola lahan sawit hasil penertiban Satgas PKH.
Menurut Ferry, koperasi aktif di sekitar perkebunan sawit perlu mengambil peran lebih besar. Koperasi dinilai dapat memperkuat rantai pasok industri sawit sekaligus mendorong kemandirian produk turunannya.
“Koperasi didorong agar dapat mendirikan pabrik-pabrik CPO sendiri sehingga kebutuhan minyak goreng dan produk turunannya dapat dipenuhi secara mandiri oleh koperasi,” kata Ferry dalam Seminar Nasional “Optimalisasi dan Hilirisasi Sawit Berbasis Koperasi” di Kantor Bupati Musi Banyuasin, Selasa (11/8/2026).
Ferry menilai hilirisasi sawit berbasis koperasi dapat memperkuat posisi tawar petani. Selain itu, langkah tersebut diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar perkebunan.
Kementerian Koperasi mencatat terdapat 2.587 koperasi yang bergerak di sektor perkebunan. Jumlah tersebut dinilai dapat menjadi basis pengembangan hilirisasi sawit berbasis koperasi.
Menurut Ferry, pengembangan hilirisasi membutuhkan strategi dan instrumen baru untuk meningkatkan produktivitas perkebunan rakyat. Salah satunya dengan mengonsolidasikan petani sawit ke dalam badan usaha koperasi.
Ferry menjelaskan terdapat dua model bisnis hilirisasi sawit berbasis koperasi. Model pertama ialah memperkuat koperasi yang telah berjalan dan memiliki kegiatan perkebunan. Sedangkan, model kedua dilakukan dengan mengonsolidasikan koperasi primer melalui badan usaha yang lebih besar.
Ferry juga menilai dukungan pembiayaan menjadi faktor penting dalam mempercepat koperasi masuk sektor hilir.
Koperasi perkebunan yang telah berjalan dapat memanfaatkan pembiayaan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi. Salah satu contohnya ialah Koperasi Mandiri Makmur yang memperoleh pembiayaan LPDB Koperasi.
Pembiayaan tersebut digunakan untuk membangun pabrik CPO yang kini telah mencapai progres 45 persen.
Agrinas Gandeng Koperasi
Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) Mohammad Abdul Ghani mengatakan pihaknya akan mengutamakan koperasi sebagai mitra. Koperasi yang diprioritaskan berada di sekitar lahan yang dikelola Agrinas Palma.
Kerja sama tersebut mencakup pemeliharaan tanaman, panen, dan berbagai kegiatan perkebunan lainnya.
Abdul Ghani mengatakan terdapat kewajiban mengalokasikan minimal 20 persen lahan sebagai plasma untuk rakyat. Ketentuan tersebut berlaku dari total lahan yang dititipkan kepada Agrinas Palma.
Untuk memenuhi ketentuan itu, Agrinas Palma akan menggandeng koperasi sebagai mitra pengelolaan.
“Kami akan utamakan koperasi di sekitar lahan sebagai vendor pemelihara tanaman, panen, dan kegiatan lainnya. Dengan luasnya area yang kami kelola, koperasi menjadi mitra utama dalam mendukung hilirisasi sawit sekaligus ketahanan pangan,” ujarnya. (sbh)

.jpeg)


