Menteri Ferry Dorong Koperasi Masuk Sektor Produksi dan Industri

Menteri Koperasi Ferry Juliantono Festival Mbois 11 di Malang, Jumat (21/8/2026). Ia juga menghadiri Made by Arema Market. (Foto: Instagram Ferry Juliantono)

MajalahPIP.com, MALANG — Menteri Koperasi Ferry Juliantono mendorong koperasi memperluas bisnis ke sektor produksi dan industri. Langkah tersebut dinilai mampu meningkatkan nilai tambah potensi daerah sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat.

Ferry menegaskan koperasi tidak seharusnya hanya identik dengan kegiatan simpan pinjam. Menurutnya, koperasi harus kembali menjadi penggerak utama ekonomi rakyat.

“Koperasi harus kembali seperti cita-cita Bung Hatta dan pendiri republik ini, harus masuk ke sektor penting demi hajat hidup orang banyak,” kata Ferry di Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (21/8/2026).

Ia menilai pengembangan koperasi kini tidak cukup hanya berfokus pada kelembagaan. Koperasi juga perlu memperkuat tata kelola aktivitas bisnis agar semakin produktif.

 

“Dan itu yang sekarang menjadi tugas kami bagaimana mendorong koperasi harus ke sektor industri, produksi, distribusi, bahkan keuangan,” kata dia lagi.

Koperasi Mulai Kelola Potensi Daerah

Ferry mengatakan sejumlah koperasi di Indonesia telah mengembangkan kegiatan bisnis produktif. Bahkan, beberapa koperasi sudah memiliki pabrik untuk mengolah potensi ekonomi daerah. Salah satu contohnya berada di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Koperasi di daerah tersebut mampu mengembangkan produksi minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO).

“Minggu lalu saya baru meresmikan pabrik CPO yang dimiliki oleh koperasi petani sawit. Kalau semakin banyak yang punya pabrik CPO bukan tidak mungkin koperasi memiliki refinery minyak goreng sendiri,” ujar dia.

Menurut Ferry, pengembangan industri pengolahan dapat memberikan nilai tambah lebih besar bagi koperasi.

Model tersebut juga memungkinkan koperasi mengelola potensi daerah secara lebih optimal.

Koperasi Didorong Masuk Sektor Perbankan

Selain sektor produksi dan pengolahan, Ferry mendorong koperasi mengembangkan bisnis di sektor keuangan. Menurutnya, koperasi memiliki sejarah dalam pengembangan lembaga perbankan.

“Koperasi itu pernah punya bank sendiri namanya Bank Kesejahteraan Ekonomi atau BKE yang itu didirikan oleh Induk Koperasi Pegawai Republik Indonesia,” ujarnya pula.

Karena itu, Kementerian Koperasi terus menyiapkan strategi untuk memperkuat perkembangan koperasi nasional. Penguatan tersebut diarahkan agar koperasi mampu masuk ke berbagai sektor ekonomi strategis.

Ferry berharap koperasi dapat menjadi penggerak ekonomi rakyat melalui kegiatan bisnis yang produktif. (sbh)