Kemenkop Siapkan Tiga Strategi Besar Reformasi Koperasi

Menteri Koperasi Ferry Juliantono (FOTO: ANTARA)

MajalahPIP.com, JAKARTA – Kementerian Koperasi (Kemenkop) menyiapkan tiga langkah strategis untuk mentransformasi dan mereformasi koperasi Indonesia. Langkah tersebut diarahkan untuk mengembalikan koperasi sebagai bagian penting sistem ekonomi Pancasila.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan strategi pertama menyasar pembenahan citra koperasi.

Koperasi akan direbranding agar lebih dekat dengan generasi muda, termasuk Gen Z dan milenial.

Langkah tersebut diharapkan mengubah pandangan bahwa koperasi merupakan unit usaha yang sudah ketinggalan zaman.

 

“Sekarang kurikulum koperasi kita gencarkan lagi, di beberapa provinsi bahkan sudah memasukkan lagi mata pelajaran ekonomi Pancasila dan koperasi. Semoga koperasi ini bisa dipelajari dan dihayati lagi di lembaga-lembaga pendidikan kita,” ujar Ferry melalui siaran persnya secara tertulus, Minggu (23/8/2026).

Menurut Ferry, penguatan pemahaman koperasi perlu dilakukan sejak lingkungan pendidikan. Upaya tersebut diharapkan menumbuhkan kembali pemahaman terhadap koperasi dan ekonomi Pancasila.

Kemenkop Dorong Koperasi Masuk Bisnis Riil

Strategi kedua Kementerian Koperasi berfokus pada pendampingan digitalisasi. Pendampingan Digitalisasi diperlukan agar koperasi dan entitas bisnis yang sudah berjalan tidak tertinggal.

Sementara itu, strategi ketiga menyasar pembenahan tata kelola koperasi secara menyeluruh. Koperasi didorong tidak hanya berfokus pada urusan administratif dan rapat anggota tahunan.

Ferry mendorong koperasi memperkuat pengembangan bisnis dan usaha. Sektor yang dibidik mencakup produksi, distribusi, industri, hingga keuangan.

“Sekarang kami juga terus mendorong agar koperasi itu harus membangun pola pengembangan bisnis dan usaha untuk masuk ke sektor produksi kembali ke sektor distribusi, industri dan keuangan,” terang Ferry.

Transformasi tersebut diharapkan membuat koperasi memiliki aktivitas usaha yang lebih produktif. Koperasi juga diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi lebih besar bagi anggotanya.

Koperasi Didorong Masuk Pesantren dan Masjid

Kementerian Koperasi juga memperluas kolaborasi dengan pondok pesantren. Pemerintah turut mendorong pembentukan unit usaha koperasi di masjid-masjid.

Langkah tersebut diharapkan membuat manfaat ekonomi koperasi dapat dirasakan langsung masyarakat.

Jemaah masjid dan lingkungan pesantren menjadi bagian dari sasaran pengembangan kegiatan ekonomi tersebut.

Pemerintah Ingin Kembalikan Ekonomi Pancasila

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan turut menyoroti arah perekonomian nasional. Menurutnya, pemerintah berkomitmen mengembalikan sistem ekonomi sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945.

Pemerintah menilai arah ekonomi nasional sebelumnya semakin menjauh dari prinsip tersebut. Koreksi kebijakan ekonomi kemudian diarahkan melalui sejumlah program pemerintah.

“Sudah beberapa tahun setelah reformasi arah ekonomi kita ini semakin menjauh, inilah yang akan diluruskan oleh oleh pak Prabowo yang dimulai dulu dari program swasembada,” kata Zulkifli.

Reformasi koperasi menjadi salah satu bagian dari upaya memperkuat kembali ekonomi berbasis Pancasila. Melalui tiga strategi tersebut, koperasi diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan ekonomi modern. (sbh)