Kerajinan dan Wastra Terbaik Indonesia Unjuk Gigi di KKI 2026

MajalahPIP.com, JAKARTA — Kerajinan dan wastra unggulan dari berbagai daerah Indonesia tampil dalam Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026. Bank Indonesia (BI) menggelar KKI 2026 pada 20–23 Agustus 2026 di JICC, Jakarta.

Gelaran tersebut melibatkan lebih dari 550 UMKM secara luring dan 1.300 UMKM secara digital.

KKI 2026 tidak sekadar menjadi ajang pameran produk unggulan UMKM. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat daya saing dan membuka akses pembiayaan.

Para pelaku UMKM juga didorong beradaptasi dengan digitalisasi serta memperluas pasar domestik dan ekspor.

 

Pelaksanaan KKI 2026 mendapat dukungan 27 kementerian/lembaga dan 34 mitra strategis.

Pejabat Gubernur Sementara BI Destry Damayanti mengatakan penguatan UMKM bertumpu pada tiga prinsip. Ketiga prinsip tersebut yakni Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing.

“Bangkit merupakan semangat pemulihan UMKM yang menghadapi tantangan ekonomi maupun bencana alam. Tangguh diwujudkan melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan. Berdaya saing diwujudkan melalui inovasi produk dan perluasan akses pasar domestik maupun ekspor,” kata Destry melalui siaran pers, Sabtu (22/8/2026).

KKI 2026 Dorong Produk Kreatif Menembus Pasar Global

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menilai KKI konsisten menjadi platform penting bagi produk kreatif daerah.

Menurutnya, KKI membantu membawa produk kreatif dari daerah menuju pasar nasional hingga global.

“Produk-produk kreatif tidak hanya dibina dari daerah, kemudian diangkat ke tingkat nasional hingga kolaborasi global,” kata Teuku Riefky.

Ia menilai peningkatan kualitas produk dan adaptasi digital menjadi faktor penting bagi pelaku ekonomi kreatif.

Kedua aspek tersebut dinilai dapat membantu pelaku usaha memperluas pasar dan menembus pasar global.

47 UMKM Aceh Pamerkan Produk Unggulan

Aceh menjadi salah satu daerah yang mencuri perhatian dalam KKI 2026. Sebanyak 47 UMKM Aceh membawa beragam produk berbasis kekayaan lokal.

Produk tersebut meliputi Tenun Kutaradja, Mutiara Songket, Surita Bordir, fesyen, kriya, hingga kuliner.

Keikutsertaan Aceh mengusung semangat #BeudayaMeusareSare yang berarti berdaya dalam kebersamaan.

Para pelaku UMKM tidak hanya memamerkan produk selama gelaran KKI 2026. Mereka juga mendapat kesempatan bertemu calon pembeli melalui agenda business matching.

Agenda tersebut diarahkan untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk UMKM Aceh. Hasilnya terlihat dari transaksi yang berhasil dicatat pada hari pertama KKI 2026.

UMKM Aceh membukukan transaksi lebih dari Rp1 miliar melalui penjualan daring dan luring.

BI Aceh Bina Sekitar 200 UMKM

Kualitas produk Aceh menjadi bagian dari program pengembangan UMKM yang dilakukan BI Aceh.

Saat ini, BI Aceh membina sekitar 200 UMKM melalui berbagai program pengembangan. Pembinaan tersebut diarahkan untuk memperluas akses produk lokal ke pasar nasional dan internasional.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga menyoroti kualitas produk UMKM dalam KKI 2026. Ia mengaku terkesan setelah melihat dan membeli sejumlah produk UMKM.

“Ini produksinya kan bagus-bagus. Ini kan sudah pilihan ya,” ujar Purbaya.

Beragam produk wastra dan kriya Aceh menunjukkan potensi ekonomi berbasis kekayaan budaya.

Produk lokal tidak hanya menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya. Kekayaan tersebut juga dapat menjadi kekuatan ekonomi dan membuka peluang pasar global.

Pejabat Negara dan Desainer Hadiri KKI 2026

Sejumlah tokoh turut melihat langsung produk UMKM yang dipamerkan dalam KKI 2026. Mereka antara lain Ketua Dewan OJK Friderica Widyasari Dewi dan Wamendag Dyah Roro.

Desainer yang juga putra Presiden RI Prabowo Subianto, Didit Hediprasetyo, juga tampak hadir melihat karya-karya UMKM dalam ajang tersebut.

Kehadiran berbagai pihak menunjukkan perhatian lintas sektor terhadap pengembangan UMKM Indonesia.

Dukungan tersebut sekaligus memperkuat peluang produk kreatif daerah untuk berkembang di pasar yang lebih luas. (MajalahPIP)