BP PIP Ajak Kopma Sebarkan Kabar Baik Perkoperasian Indonesia

Suasana acara diskusi JAMKOPNAS 2026 di Kampus UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Selasa (4/8/2026). Sekretaris BP PIP Febby Lintang mengajak Koperasi Mahasiswa (Kopmas) menyebarkan kabar baik tentang koperasi melalui media massa dan media sosial. (Foto: Dok Dekopin)

MajalahPIP.com, JAKARTA – Sekretaris Badan Pengelola Ideologi Pancasila (BP PIP), Febby Lintang, mengajak mahasiswa, khususnya Koperasi Mahasiswa (Kopma), menjadi garda terdepan dalam menyebarkan kabar baik tentang perkembangan koperasi Indonesia.

Ajakan itu disampaikan saat Jambore Koperasi Nasional (Jamkopnas) 2026 di Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Menurut Febby, perkembangan teknologi membuat informasi menyebar jauh lebih cepat melalui berbagai platform digital.

“Di zaman sekarang ini, tidak hanya media konvesional saja seperti TV, koran, radio, atau media online saja yang menyebarkan informasi, tapi ada media sosial juga yang perannya sangat signifikan terhadap penyebaran informasi,” kata Febby Lintang.

 

“Seperti Instagram, Facebook, Twitter (aplikasi X), YouTube, dan sebagainya,” tambah Febby.

Meski media sosial berkembang pesat, Febby menegaskan media massa tetap menjadi sumber informasi yang memiliki legitimasi hukum.

Menurutnya, media massa bekerja berdasarkan Undang-Undang Pers sehingga setiap informasi harus melalui proses verifikasi.

“Cara kerja dalam menyajikan berita, mereka diatur dalam UU Pers, jadi tidak sembarangan kerjanya. Sehingga informasi yang disajikan dapat dipertanggungjawabkan,” tuturnya.

Namun, ia mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap penyebaran informasi palsu (hoax) di media sosial. Menurutnya, belum adanya regulasi yang mengatur seluruh aktivitas media sosial membuka peluang munculnya hoaks.

“Ini yang harus kita waspadai, penyebaran berita bohong,” ujar Febby.

Febby mengakui media sosial memiliki jangkauan luas dan mudah menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, platform digital menjadi ruang utama generasi muda mencari informasi dan membangun jejaring.

Ia mendorong Kopma memanfaatkan peluang tersebut untuk memperkenalkan wajah positif gerakan koperasi. Meski demikian, penyampaian informasi harus tetap berimbang dan tidak menutup persoalan yang terjadi.

“Artinya, kita tidak menutup-nutupi permasalah koperasi yang terjadi. Tapi kita juga harus menyebarkan berita baik tentang koperasi, jangan yang jelek-jelek terus. Kita harus fair,” imbuhnya.

Febby juga mengajak mahasiswa memanfaatkan kreativitas untuk mengemas informasi koperasi melalui berbagai konten digital. Menurutnya, film pendek, musik, hingga konten media sosial dapat menjadi sarana promosi koperasi yang efektif.

“Mahasisa, pemuda kan terkenal dengan jiwa-jiwa kreatif. Ini tantangan buat kita sebagai anak muda,” katanya.

Ia menilai kolaborasi media kreatif dan pers mampu memperkuat citra koperasi di mata masyarakat. Kisah sukses koperasi, lanjutnya, perlu lebih sering diangkat sebagai inspirasi publik.

“Seperti Kopma Universitas Negeri Yogyakarta (UY) yang omsetnya dalam setahun mencapai Rp11 miliar. Kisah-kisah sukses seperti ini harus kita ceritakan ke masyarakat luas,” jelasnya.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) telah meluncurkan MajalahPIP versi cetak dan MajalahPIP.com. Media itu diharapkan menjadi sarana penyebaran informasi positif mengenai koperasi kepada masyarakat.

“Kami juga menyebarkan berita baik tentang koperasi di aplikasi media sosial yang kami miliki dengan melibatkan anak-anak muda,” ungkapnya.

Febby menambahkan dirinya dipercaya memimpin redaksi MajalahPIP versi cetak.

“Alhamdulillah, di MajalahPIP versi cetak, saya dipercaya sebagai pemimpi redaksi,” pungkas Febby. (sbh)