Pengguna LPG 3 Kg bakal Diseleksi, Akan Mengacu Data Desil

MajalahPIP.com, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan memperketat penyaluran LPG 3 kilogram agar lebih tepat sasaran.

Pemerintah akan menggunakan data desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk menentukan penerima.

Kebijakan tersebut disiapkan karena distribusi LPG 3 kg selama ini masih bersifat terbuka.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan, pengaturan penerima akan mencakup kelompok masyarakat berdasarkan desil.

 

“(Masyarakat) kelas yang mendapatkannya diatur agar lebih tepat sasaran, seperti desil-desil-nya nanti akan diatur tuh yang LPG. Bukan hanya yang BBM ya, LPG juga. Kita kan sudah ada data DTSEN,” ujar Laode di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (26/8/2026).

Menurut Laode, pemerintah juga akan membahas kualitas data penerima bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan PT Pertamina (Persero).

Pembahasan tersebut berkaitan dengan polemik akurasi data BPS yang sebelumnya menjadi sorotan publik.

“Iya, nah itu. Itu salah satu yang akan kami bahas bersama BPS, Pertamina, kami dalam mengimplementasikan hasil pertemuan Pak Menteri ESDM dan Pak Menteri Keuangan,” jelasnya.

Konsumsi LPG 3 Kg Terus Meningkat

Pemerintah menghadapi tantangan berupa konsumsi LPG 3 kg yang terus meningkat.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, realisasi volume LPG 3 kg pada 2025 mencapai 8,52 juta metrik ton.

Angka tersebut melampaui kuota APBN 2025 yang ditetapkan sebesar 8,17 juta metrik ton. Pada 2024, realisasi volume LPG 3 kg juga mencapai 8,23 juta metrik ton.

Realisasi tersebut melampaui kuota APBN 2024 yang berada di angka 8,03 juta metrik ton. Sementara itu, kuota LPG 3 kg pada 2026 ditetapkan sebesar 8 juta metrik ton.

Namun, pemerintah memperkirakan konsumsi LPG 3 kg tahun ini dapat mencapai 8,6 juta metrik ton.

“Memang kalau kita perhatikan bahwa di tahun 2025 kemarin juga sudah ada penyesuaian untuk prognosa, dan untuk tahun 2026 ini memang prognosanya itu sebesar 8,6 juta ton LPG, dan untuk tahun 2027 tadi juga sudah disampaikan bahwa proyeksi bisa mencapai lebih dari tahun 2026 ini,” ujar Laode dalam RDP dengan Komisi XII DPR RI, Jakarta Pusat.

ESDM Uji Coba CNG 3 Kg

Selain memperketat penerima, Kementerian ESDM juga mendorong penggunaan Compressed Natural Gas (CNG). Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menekan konsumsi LPG 3 kg yang terus meningkat.

Pemerintah telah melakukan uji coba penggunaan tabung CNG 3 kg di lingkungan Lemigas.

Uji coba dilakukan menggunakan 17 tabung CNG di kantin Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas).

Hasil uji coba tersebut akan dievaluasi sebelum penerapannya diperluas kepada masyarakat.

“(CNG) sedang uji coba 17 tabung di Lemigas. Nanti kita lihat 17 tabung ini unjuk kerjanya seperti apa, sedang dievaluasi dalam waktu 1 bulan ini,” tambah Laode.

Laode sebelumnya mengakui penyaluran LPG 3 kg masih bersifat terbuka. Artinya, LPG 3 kg masih dapat digunakan oleh masyarakat dari berbagai kelas ekonomi.

Karena itu, pemerintah kini menyiapkan mekanisme penyaluran berdasarkan data desil DTSEN.

Kebijakan tersebut diharapkan membuat subsidi LPG 3 kg lebih tepat sasaran sekaligus mengendalikan konsumsi. (sbh)