Koperasi Merah Putih Didorong Jadi Agregator Produk UMKM

FOTO: Chatgpt/MajalahPIP.com

MajalahPIP.com, YOGYAKARTA — Pemerintah Kota Yogyakarta mendorong koperasi kelurahan Merah Putih menjadi agregator produk UMKM. Koperasi tersebut diharapkan mampu menampung sekaligus memasarkan produk UMKM di wilayahnya.

Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM Yogyakarta Tri Karyadi Riyanto Raharjo mengatakan, koperasi memiliki posisi strategis. Terutama karena banyak anggota koperasi yang juga merupakan pelaku UMKM.

“Agregator itu bisa mengumpulkan produk-produk UMKM, karena banyak anggota-anggota koperasi merah putih itu kan pelaku UMKM,” kata Tri Karyadi Riyanto Raharjo di Yogyakarta, Rabu.

Menurut Tri, koperasi Merah Putih tidak hanya berperan sebagai agregator. Koperasi juga dapat menjadi off taker yang menyerap produk UMKM maupun produsen setempat.

 

Peran tersebut dinilai penting karena banyak pelaku UMKM masih menjalankan usaha secara sendiri-sendiri. Kondisi itu membuat akses UMKM menuju konsumen dan pembeli skala besar menjadi terbatas.

“Banyak UMKM selama ini bergerak sendiri-sendiri, ketika bertemu dengan konsumen, bertemu dengan buyer, bertemu dengan perusahaan, seperti itu,” katanya.

Koperasi Merah Putih Jadi Penghubung UMKM

Tri mengatakan, sejumlah koperasi Merah Putih di Yogyakarta telah menjalankan fungsi tersebut. Salah satunya berada di Kelurahan Purwokinanti, Kecamatan Pakualaman.

Koperasi di wilayah tersebut telah memasok kebutuhan pangan bagi SPPG terdekat. Koperasi itu juga telah mendukung kebutuhan sejumlah hotel di wilayah sekitarnya.

“Di Purwokinanti itu koperasinya sudah men-support bahan pangan SPPG (stasiun pelayanan pemenuhan gizi) terdekat, sudah bisa men-support kebutuhan-kebutuhan hotel yang ada di sekitarnya,” katanya.

Menurut Tri, keberadaan koperasi dengan legalitas usaha dapat membantu UMKM memperluas akses pasar. Koperasi dapat menampung produk sebelum menyalurkannya kepada hotel atau mitra lainnya.

Dengan pola tersebut, pelaku UMKM tidak harus berhubungan langsung dengan setiap calon pembeli. Koperasi dapat menjadi penghubung sekaligus mengelola transaksi produk anggotanya.

“Jadi, koperasi bisa menampung produk-produk UMKM, kemudian dibayar oleh koperasinya dulu, tidak perlu menunggu hotelnya, gitu kan. Tidak perlu menunggu mitranya. Cukup ditangani oleh koperasi yang bersangkutan,” katanya.

Dorong Kerja Sama dengan Hotel dan SPPG

Pemkot Yogyakarta berharap model tersebut dapat diterapkan semakin luas oleh koperasi Merah Putih. Kerja sama dengan mitra dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan usaha koperasi dan UMKM.

Tri menyebut sejumlah koperasi telah menjalin kerja sama dengan berbagai mitra. Kerja sama tersebut mencakup hotel hingga SPPG.

“Sudah banyak koperasi yang melakukan MoU-MoU (kerja sama) dengan mitra-mitranya, dengan hotel, dengan SPPG-nya, seperti itu. Itu yang ada di Kota Yogyakarta,” katanya.

Pemkot Yogyakarta berharap semakin banyak koperasi Merah Putih yang mampu menyerap produk UMKM. Koperasi juga diharapkan menjadi penghubung antara pelaku usaha dengan pasar yang lebih luas. (MajalahPIP)