Koperasi Kebumen Didorong Go Ekspor, Menkop Bantu Rp100 Juta

Menteri Koperasi Ferry Juliantono membantu Rp100 juta untuk pembentukan Koperasi IWAKK Walet Emas di Kebumen agar UMKM mampu ekspor. (Foto: Istimewa)

MajalahPIP.com, KEBUMEN – Menteri Koperasi Ferry Juliantono mendorong pembentukan koperasi IWAKK Walet Emas di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Koperasi tersebut diharapkan menjadi wadah pengembangan UMKM hingga mampu menembus pasar ekspor.

Untuk mempercepat pembentukannya, Ferry menyatakan memberikan bantuan pribadi sebesar Rp100 juta.

“Demi mempercepat pembentukan Koperasi IWAKK Walet Emas, secara pribadi saya membantu sebesar Rp100 juta. Selain itu agar istri saya yang asli Kebumen tambah sayang,” ujar dia sambil berseloroh.

 

Ferry menyampaikan hal tersebut saat membuka Kebumen Travel Mart (KTM) 2026 dan Gombong Culture Festival yang digelar di Benteng Van Der Wijck, Gombong, Kebumen, Kamis (27/8/2026).

Menurut Ferry, pengembangan koperasi berorientasi ekspor menjadi salah satu hal yang terus didorong pemerintah.

Ia juga menyinggung sejarah Kebumen dalam perkembangan koperasi di Indonesia.

Ferry menyebut koperasi pertama lahir di Kebumen pada 16 Desember 1886. Koperasi tersebut didirikan Raden Aria Wiraatmadja dalam bentuk bank simpan pinjam.

Lembaga tersebut bertujuan membantu pegawai negeri dan kaum priyayi pribumi. Tujuannya agar mereka terbebas dari jeratan bunga tinggi yang diterapkan rentenir.

Berangkat dari sejarah tersebut, Ferry mendorong IWAKK Walet Emas segera membentuk koperasi. Koperasi itu diharapkan membantu pelaku UMKM berkembang dan memperluas pasar hingga ke luar negeri.

Dorong Revitalisasi Benteng Van Der Wijck

Dalam kunjungan tersebut, Ferry juga mendorong revitalisasi Benteng Van Der Wijck. Ia ingin benteng tersebut tidak hanya menjadi destinasi wisata bagi masyarakat.

Menurutnya, benteng itu dapat dikembangkan menjadi pusat budaya, pariwisata, dan pendidikan.

Ferry menilai pengembangan tersebut berpotensi memberikan dampak ekonomi luas bagi masyarakat Kebumen.

Peningkatan kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara diyakini dapat menggerakkan sektor UMKM.

“Kalau semua ini berjalan, multipengaruhnya akan berdampak pada kemajuan ekonomi, sebab UMKM bergerak dengan datangnya wisatawan dari nusantara dan mancanegara,” katanya.

Ferry juga menilai kondisi bangunan Benteng Van Der Wijck masih tergolong baik. Bahkan, ia membandingkannya dengan gedung tempat Kongres Koperasi Pertama di Tasikmalaya.

“Dibandingkan gedung tempat Kongres Koperasi Pertama di Tasikmalaya, Benteng Van Der Wijck jauh lebih baik dari sisi bangunan sipil. Jadi Menteri Fadli Zon memang harus ke sini,” ujarnya.

KTM 2026 Dorong Potensi Daerah

Ferry menilai KTM 2026 dan Gombong Culture Festival sejalan dengan program Kementerian Koperasi. Menurutnya, kegiatan tersebut mendukung pengembangan koperasi dan UMKM di daerah.

Selain itu, agenda tersebut dinilai sejalan dengan pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif. Program tersebut juga berkaitan dengan penguatan ekonomi kerakyatan.

Sementara itu, Ketua Panitia KTM dan Gombong Culture Festival 2026 Wahid Supriyadi menyampaikan tujuan kegiatan tersebut.

Menurut Wahid, kegiatan tersebut berawal dari keinginan mengembangkan berbagai potensi daerah.

Agenda tersebut sekaligus menjadi sarana memperkenalkan Kebumen kepada masyarakat Indonesia dan dunia. (sbh)