Kopdes Merah Putih Catat Lonjakan Transaksi Pangan, Beras Paling Laris?

Foto: Chagpt/MajalahPIP.com

MajalahPIP.com, JAKARTA – Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Simkopdes) mencatat perkembangan signifikan ekosistem Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia. Selain jumlah koperasi yang terus bertambah, transaksi masyarakat juga menunjukkan tren positif, terutama pada komoditas pangan dan sarana produksi pertanian.

Berdasarkan data Simkopdes per 31 Juli 2026, jumlah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah mencapai 83.382 unit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 79.708 koperasi telah memiliki akun pada sistem Simkopdes, 80.978 koperasi telah memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan 60.800 koperasi telah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB).

Data tersebut menunjukkan semakin kuatnya fondasi kelembagaan koperasi sebagai penggerak ekonomi desa sekaligus mendukung percepatan digitalisasi tata kelola koperasi di Indonesia.

Tak hanya dari sisi kelembagaan, aktivitas transaksi di jaringan Koperasi Merah Putih juga mengalami peningkatan. Komoditas kebutuhan pokok dan sarana produksi pertanian masih menjadi produk yang paling banyak dibeli masyarakat.

 

Beras SPHP menjadi produk dengan nilai transaksi terbesar, mencapai Rp71,8 miliar dari 6.413.521 transaksi. Sementara itu, Minyak Goreng berada di posisi kedua dengan nilai transaksi sebesar Rp42,6 miliar melalui 2.923.517 transaksi.

Komoditas pertanian juga menunjukkan tingginya permintaan. Pupuk NPK Phonska mencatat volume transaksi mencapai 8.178.733 transaksi, sedangkan Pupuk Urea N 46% membukukan 6.206.994 transaksi. Tingginya angka tersebut mencerminkan peran strategis Koperasi Merah Putih dalam mendukung produktivitas sektor pertanian sekaligus menjaga ketersediaan sarana produksi bagi petani.

Selain produk pangan dan pupuk, sejumlah komoditas lain seperti beras, gula, buah, hingga susu juga masuk dalam daftar produk dengan transaksi tertinggi di jaringan koperasi.

“Data transaksi menunjukkan bahwa kebutuhan pangan pokok dan sarana produksi pertanian masih menjadi tulang punggung aktivitas ekonomi di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Hal ini memperlihatkan peran koperasi yang semakin strategis sebagai pusat distribusi kebutuhan masyarakat sekaligus penggerak ekonomi desa,” berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Simkopdes).

10 Produk Terlaris di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih

NoProdukVolume TransaksiNilai Transaksi
1Beras SPHP6.413.521Rp71,8 miliar
2Minyak Goreng2.923.517Rp42,6 miliar
3Pupuk NPK Phonska8.178.733Rp15 miliar
4Pupuk Urea N 46%6.206.994Rp11,2 miliar
5Barang Lainnya545.859Rp8,2 miliar
6Beras164.107Rp3,1 miliar
7Beras Medium SPHP 5 Kg61.093Rp2,7 miliar
8Gula DN61.965Rp1 miliar
9Buah Anggur8.984Rp628 juta
10Susu Ultramilk 125 ml4.054Rp527 juta

Dengan terus meningkatnya jumlah koperasi yang aktif dan tingginya nilai transaksi berbagai komoditas, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diharapkan semakin memperkuat ketahanan pangan, memperluas akses distribusi barang kebutuhan pokok, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis desa secara berkelanjutan.