Bank Dunia Tunjuk Sri Mulyani Pimpin IDA22

Bank Dunia menunjuk Sri Mulyani Indrawati sebagai Independent Co-Chair IDA22 untuk memimpin penggalangan dana pembangunan bagi 78 negara berpendapatan rendah hingga 2031. (Foto: Istimewa)

MajalahPIP.com, JAKARTA – Bank Dunia menunjuk mantan Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, sebagai Independent Co-Chair dalam proses pengisian dana International Development Association (IDA22).

Penunjukan ini menempatkan Sri Mulyani pada posisi strategis untuk memimpin penggalangan komitmen pendanaan global bagi negara-negara berpendapatan rendah hingga 2031.

Dalam peran tersebut, Sri Mulyani akan memimpin upaya menghimpun komitmen pendanaan dari negara donor dan negara peminjam. Bersama perwakilan Bank Dunia, ia juga akan mengarahkan strategi kebijakan dan pendanaan yang menjadi dasar penyaluran bantuan pembangunan bagi puluhan negara.

Penunjukan tersebut diumumkan Bank Dunia melalui keterangan resminya. Sri Mulyani dipilih setelah melewati proses seleksi yang melibatkan perwakilan negara donor dan negara peminjam.

 

“Ia dipilih dari daftar pendek kandidat oleh komite pencarian yang terdiri atas perwakilan kelompok negara donor dan peminjam,” demikian keterangan Bank Dunia.

Bank Dunia menilai Sri Mulyani sebagai salah satu tokoh paling berpengalaman dalam pembiayaan pembangunan internasional.

“Sri Mulyani merupakan salah satu tokoh paling berpengalaman di dunia dalam bidang pembiayaan pembangunan internasional,” tulis Bank Dunia.

Memimpin Penggalangan Dana IDA22

Penggalangan dana IDA merupakan agenda yang digelar setiap tiga tahun untuk menghimpun komitmen pendanaan baru dari negara-negara donor. Forum tersebut juga menjadi wadah bagi negara anggota dan mitra pembangunan untuk mengevaluasi sekaligus menetapkan arah kebijakan IDA pada periode berikutnya.

Sejak siklus IDA18, proses pengisian dana dipimpin oleh dua ketua bersama. Satu ketua berasal dari tokoh independen yang berpengalaman di bidang bank pembangunan multilateral, sedangkan satu lainnya merupakan pejabat senior Bank Dunia yang ditunjuk Presiden Bank Dunia.

Pada siklus IDA22, Sri Mulyani akan menjalankan tugas sebagai ketua independen. Sementara itu, Paschal Donohoe bertindak sebagai ketua bersama yang mewakili Bank Dunia.

Rangkaian IDA22 akan dimulai melalui Pertemuan Tinjauan Tengah Periode di Tashkent, Uzbekistan, pada Desember 2026. Pertemuan akhir untuk penyampaian komitmen pendanaan dijadwalkan berlangsung pada Desember 2027.

Hasil penggalangan dana tersebut akan menentukan besaran pembiayaan konsesional yang tersedia bagi 78 negara berpendapatan rendah hingga 2031.

Apa Itu IDA?

International Development Association (IDA) merupakan lembaga pendanaan di bawah Grup Bank Dunia yang berfokus membantu negara-negara berpendapatan rendah mengurangi kemiskinan ekstrem.

IDA menyediakan pinjaman tanpa bunga atau berbunga rendah, serta hibah untuk membiayai berbagai proyek pembangunan. Pendanaan tersebut dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat ketahanan, meningkatkan taraf hidup masyarakat, serta mendukung pembangunan infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan, dan sektor strategis lainnya.

Sejak didirikan pada 1960, IDA telah menyalurkan lebih dari 632 miliar dolar AS untuk investasi pembangunan di 115 negara.

Tambah Rekam Jejak Global

Penunjukan sebagai Independent Co-Chair IDA22 menambah daftar peran internasional Sri Mulyani setelah tidak lagi menjabat Menteri Keuangan pada September 2025.

Saat ini, ia juga menjabat sebagai Blavatnik World Leaders Fellow 2025–2026 di University of Oxford serta menjadi anggota Dewan Pengurus Gates Foundation.

Sebelumnya, Sri Mulyani pernah menjabat sebagai Managing Director sekaligus Chief Operating Officer Bank Dunia. Ia juga tercatat sebagai Menteri Keuangan pertama Indonesia yang memimpin kementerian tersebut pada tiga era pemerintahan berbeda.

Rekam jejak tersebut dinilai menjadi modal penting bagi Sri Mulyani dalam memimpin proses penggalangan dana IDA22 yang akan menentukan arah pembiayaan pembangunan bagi 78 negara berpendapatan rendah hingga 2031. (sbh)