Prabowo Tolak Tawaran Utang dari IMF

MajalahPIP.com, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan mengurangi ketergantungan terhadap pinjaman luar negeri. Pemerintah, kata Prabowo, lebih memilih menarik investasi ke dalam negeri untuk membiayai pembangunan daripada menambah utang.
Prabowo mengatakan pembangunan memang membutuhkan modal. Namun, kebutuhan pembiayaan tersebut tidak harus dipenuhi dengan memperbanyak pinjaman dari luar negeri. Jika ada tawaran investasi, pemerintah justru terbuka untuk menerimanya.
“Kita sekarang berusaha tidak mau terlalu banyak pinjam-pinjam uang dari mana-mana, kalau ajak investasi boleh,” ungkap Prabowo dalam sambutannya di Penutupan Muktamar ke-35 NU, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Senin (31/8/2026).
Menurut Prabowo, apabila pemerintah harus melakukan pinjaman, pembiayaannya akan dikaji secara selektif. Ia menekankan pinjaman yang diambil sebisa mungkin memiliki tingkat bunga rendah. Komitmen untuk menekan ketergantungan terhadap utang luar negeri.
Lanjut Prabowo, hal itu juga tercermin dari sikap Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang disebut sempat menolak tawaran pinjaman dari Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF).
Prabowo mengatakan tawaran tersebut ditolak karena Indonesia dinilai masih memiliki kemampuan keuangan yang cukup sehingga tidak perlu menambah pinjaman dari IMF.
“Saya kira kemarin, berapa bulan yang lalu, kaget Menteri Keuangan kita di Washington DC ditawarin pinjaman dari IMF. Kita tolak, terima kasih! Indonesia masih bisa tanpa pinjaman dari IMF,” cerita Prabowo.
Di sisi lain, Prabowo menyebut pemerintah terus melakukan penghematan anggaran untuk memperkuat ruang fiskal. Penghematan tersebut, menurut dia, telah mendekati Rp300 triliun setiap tahun.
Dana hasil penghematan itu kemudian akan dialihkan untuk membiayai berbagai program pemerintah yang ditujukan langsung kepada masyarakat.
“Penghematan kita di berbagai bidang sudah mendekati, tiap tahun lebih dari Rp 200 triliun, mendekati Rp 300 triliun tiap tahun. Uang ini lah yang kita alihkan, yang kita gelontorkan sebesar-besarnya langsung ke rakyat,” pungkas Prabowo. (sbh)

.jpeg)


