Makassar Cooperative Expo 2026 Dorong Koperasi Jadi Penggerak Ekonomi

MajalahPIP.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin membuka Makassar Cooperative Expo 2026 untuk memperkuat koperasi sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 28 hingga 30 Agustus 2026 di Makassar.
Cooperative Expo tersebut menjadi ruang kolaborasi bagi koperasi, UMKM, lembaga keuangan, perbankan, BUMN, dan mitra swasta.
“Kegiatan yang berlangsung 28 hingga 30 Agustus ini menjadi ruang kolaborasi bagi gerakan koperasi, pelaku UMKM, lembaga keuangan dan perbankan, BUMN, serta mitra swasta,” ujarnya di Makassar, Jumat (28/8/2026).
Selama pelaksanaan, pelaku usaha mendapat ruang promosi dan pemasaran berbagai produk lokal.
Kegiatan tersebut juga menyediakan fasilitasi akses permodalan serta edukasi bisnis bagi para pelaku usaha.
Rangkaian acara meliputi Cooperative Showcase and Exhibition, konsultasi gratis, serta talkshow.
Kegiatan akan ditutup dengan Jalan Sehat bersama Gerakan Koperasi se-Kota Makassar pada Minggu, 30 Agustus 2026.
Munafri mengatakan peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) menjadi momentum memperkuat peran koperasi dalam perekonomian rakyat.
Expo tersebut mengusung tema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya”.
Menurut Munafri, kemajuan bangsa tidak dapat dipisahkan dari pertumbuhan ekonomi masyarakat. Karena itu, koperasi harus diperkuat agar memberikan manfaat nyata bagi anggota dan masyarakat luas.
“Koperasi ini diharapkan benar-benar kembali menjadi generator pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang ada di wilayah. Ini menjadi tugas dan tanggung jawab kita bersama, karena sukses dan besarnya koperasi yang ada di wilayah merupakan bagian yang sangat penting dalam melibatkan masyarakat di dalam proses pembangunan,” katanya.
Munafri juga mendorong koperasi bertransformasi menjadi lembaga ekonomi modern dan profesional.
Menurutnya, koperasi tidak lagi dapat dikelola secara seadanya di tengah perkembangan teknologi. Koperasi harus mengedepankan transparansi, akuntabilitas, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
“Digitalisasi transaksi, perluasan akses pasar, serta tata kelola yang akuntabel menjadi kunci agar koperasi mampu bersaing dan memberikan manfaat nyata bagi anggotanya,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Munafri menyerahkan bantuan pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Bantuan tersebut diberikan kepada sejumlah pelaku usaha mikro dan pedagang kaki lima.
Munafri berharap akses permodalan tersebut membantu pelaku UMKM mengembangkan usahanya.
Dukungan tersebut diharapkan membuat masyarakat dapat menjalankan aktivitas ekonomi secara aman dan nyaman.
Pemkot Makassar juga memastikan ruang usaha tetap terbuka bagi masyarakat. Namun, aktivitas ekonomi harus tetap mengikuti ketentuan dan memperhatikan penataan ruang kota.
“Kota Makassar ini tidak pernah melarang orang berusaha, tidak pernah melarang orang untuk mencari hidup. Tetapi lakukanlah itu di tempat yang tidak melanggar aturan dan bukan tempat terlarang untuk berusaha,” ucapnya. (MajalahPIP)

.jpeg)


