Koperasi Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Desa di Lampung

MajalahPIP.com, LAMPUNG – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menjadi instrumen pemerataan ekonomi dan hilirisasi potensi desa.
Menurut Mirza, koperasi harus mampu mengubah potensi lokal menjadi sumber kesejahteraan masyarakat.
Mirza menyoroti ketimpangan peredaran modal yang selama ini terjadi di wilayah pedesaan.
Menurutnya, sekitar 70 persen arus perputaran uang terserap ke wilayah perkotaan. Padahal, sekitar 70 persen populasi Lampung berada di wilayah desa.
Desa-desa di Lampung juga memiliki potensi komoditas pangan yang besar secara nasional. Komoditas tersebut antara lain singkong, jagung, hingga padi.
“Dulu di desa koperasi ini pengertiannya hanya tukang simpan pinjam, minjam duit di koperasi, bunganya besar. Padahal fungsinya jauh lebih itu,” ujar Mirza dalam acara Seminar Nasional KDMP di Kantor Wali Kota Bandar Lampung, Sabtu (5/9/2026).
“Koperasi adalah salah satu alat ungkit bagaimana kemakmuran-kemakmuran yang ada di Provinsi Lampung ini hadir di desa-desa,” sambungnya.
Program 500 Desa Lampung Maju
Mirza mengatakan Pemprov Lampung telah menyiapkan program 500 Desa Maju. Program tersebut berfokus pada hilirisasi komoditas lokal di tingkat desa.
Program 500 Desa Maju ditargetkan rampung pada 2027. Pengelolaannya akan menggunakan operator terintegrasi di bawah KDKMP.
Mirza menyebut pembentukan dan pengelolaan KDKMP di Lampung telah menunjukkan capaian positif secara nasional.
“Provinsi Lampung kita nomor empat secara nasional dan nomor satu di luar Jawa,” tegas Mirza.
Ia juga mendorong KDKMP segera mengambil peran dalam tata kelola gabah lokal. Langkah tersebut ditujukan untuk mencegah pasokan gabah Lampung mengalir ke Pulau Jawa.
Menurut Mirza, kondisi tersebut dapat berdampak terhadap kenaikan harga beras di Lampung. Karena itu, KDKMP ditargetkan mulai menyerap gabah petani secara langsung.
“Insya Allah dalam minggu depan kami sudah targetkan, yang panen ada KDKMP-nya, KDMP-nya akan menyerap gabah-gabah sehingga tidak keluar lagi ke Jawa. Kita memutus mata rantai,” tegas Mirza.
Kepala Desa Diminta Perkuat Kemampuan Manajerial
Mirza juga mengingatkan pesan Presiden Prabowo Subianto terkait pentingnya kepemimpinan berorientasi statecraft.
Konsep tersebut berkaitan dengan kemampuan mengelola kekayaan dan sumber daya daerah.
Ia meminta kepala desa memiliki kapasitas manajerial yang matang dalam mengelola potensi wilayah.
Potensi desa diharapkan dapat dikonversi menjadi kesejahteraan nyata bagi masyarakat.
KDKMP Wujudkan Pemerataan Ekonomi dari Desa
Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menegaskan pembentukan KDKMP merupakan pengejawantahan Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto.
Program tersebut diarahkan untuk mengentaskan kemiskinan dan mewujudkan pemerataan ekonomi dari bawah.
“Intinya, kami ingin Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini kita kawal sama-sama. Ini adalah program idola Bapak Presiden Prabowo dalam rangka menyukseskan Asta Cita ke-6, yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi sekaligus pemberantasan kemiskinan,” kata Yandri di acara Seminar Nasional KDMP
Yandri mengutip pandangan Proklamator Mohammad Hatta mengenai pentingnya kekuatan ekonomi desa. Menurutnya, pembangunan ekonomi nasional perlu bertumpu pada kekuatan masyarakat di tingkat desa.
“Maka inilah mungkin yang dicita-citakan Bung Hatta, Indonesia tidak akan bercahaya terang dengan satu obor besar di Monas, Jakarta, tapi Indonesia akan makmur dan sejahtera dengan lilin-lilin kecil yang ada di desa-desa. Nah, lilinnya itu insyaallah Koperasi Desa dan Koperasi Kelurahan Merah Putih,” ucap Yandri.
Bantah Isu Warung Desa Ditutup
Yandri juga meluruskan disinformasi mengenai keberadaan KDKMP yang beredar di media sosial. Ia menegaskan pemerintah tidak memiliki rencana mematikan usaha masyarakat kecil.
“Maka kalau ada isu, katanya Menteri Desa, Menko Pangan akan menutup warung itu hoaks. Karena Menteri Desa dan Menko Pangan tidak pernah bicara akan menutup warung-warung di desa. Justru kita ingin semua bangkit,” ujar Yandri.
Menurut Yandri, pemerintah ingin membangun kekuatan ekonomi secara bersama-sama.
“Itu pesan Bapak Presiden Prabowo. Kita ini bukan superman, tapi kita super team, termasuk dalam membangkitkan ekonomi kerakyatan,” pungkasnya. (sbh)

.jpeg)


