Gubernur DKI Akan Siapkan Koperasi untuk Pedagang Pasar Kramatjati

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyiapkan koperasi pedagang Pasar Kramatjati, Jakarta Timur, untuk memasok ikan ke rumah sakit Pemprov DKI. (Foto: RRI)

MajalahPIP.com – JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyiapkan pembentukan koperasi bagi pedagang Pasar Kramatjati, Jakarta Timur.

Koperasi tersebut nantinya diarahkan menjadi pemasok ikan bagi sejumlah rumah sakit milik Pemprov DKI Jakarta.

Rencana itu disampaikan Pramono saat meninjau penataan pedagang Pasar Kramatjati, Selasa (1/9/2026).

Ia menyebut koperasi dapat memberikan manfaat ekonomi bagi pedagang setelah proses penataan pasar.

 

“Tadi kami berdiskusi dengan Bapak Wali Kota dan juga dengan Kepala Dinas UMKM. Ada gagasan untuk mendirikan koperasi,” ucapnya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Rabu, 2 September 2026.

Koperasi Jadi Pemasok Ikan Rumah Sakit

Pramono mengatakan koperasi tersebut berpotensi menjadi pemasok kebutuhan ikan rumah sakit milik Pemprov DKI Jakarta.

Menurutnya, ikan yang dijual pedagang Pasar Kramatjati memiliki kualitas segar dan harga terjangkau.

“Koperasi inilah yang kemudian akan menyuplai beberapa rumah sakit-rumah sakit yang dikelola oleh Pemerintah DKI Jakarta. Karena pasti di sini ikannya segar dan ikannya juga murah,” ujarnya.

Ia menilai potensi tersebut dapat dikembangkan sebagai bagian dari manfaat ekonomi penataan pasar.

Pedagang Dapat Gratis Retribusi Enam Bulan

Dalam proses penataan, Pemprov DKI Jakarta juga memberikan keringanan bagi pedagang. Pemprov akan menggratiskan retribusi pedagang selama enam bulan.

Pramono menyebut retribusi normal yang dibayarkan pedagang mencapai Rp180 ribu setiap bulan. Besaran tersebut setara dengan Rp6 ribu per hari.

“Rp 180 ribu per bulan atau Rp 6.000 per hari. Itu yang digratiskan selama 6 bulan,” katanya.

Fasilitas Lokasi Baru Akan Dibenahi

Pramono memahami pemindahan pedagang ke lokasi baru bukan perkara mudah. Karena itu, ia meminta fasilitas di lokasi baru turut diperbaiki.

Perbaikan tersebut mencakup saluran air dan sirkulasi udara untuk mendukung kenyamanan pedagang.

Pemprov DKI juga menyiapkan lokasi tambahan bagi pedagang yang belum memperoleh tempat berjualan.

Menurut Pramono, lokasi tambahan tersebut berada tidak jauh dari kawasan Pasar Kramat Jati.

Pemprov DKI berharap lokasi tersebut dapat segera dipersiapkan untuk menampung pedagang. (sbh)