Kelompok Peternak Rakyat Didorong Perkuat Ekonomi Melalui Koperasi

MajalahPIP.com, TANGERANG – Perkumpulan Peternak Rakyat Indonesia (PERMINDO) menyiapkan koperasi untuk memperkuat posisi ekonomi peternak rakyat. Rencana tersebut diwujudkan melalui pembentukan Koperasi Peternakan PERMINDO atau KOPERMINDO.
Koperasi ini diarahkan menjadi wadah usaha bersama untuk mengonsolidasikan kebutuhan anggota. Kebutuhan tersebut mencakup sarana produksi, pemasaran, distribusi, hingga pengembangan produk peternakan.
Ketua PERMINDO, Kusnan, mengatakan koperasi menjadi instrumen ekonomi untuk melengkapi gerakan advokasi.
“PERMINDO adalah gerakannya, koperasi adalah instrumen ekonominya. Selama ini kita banyak berbicara mengenai posisi tawar peternak. Sekarang kita harus mulai membangun instrumen yang membuat posisi tawar itu benar-benar memiliki kekuatan ekonomi,” kata Kusnan, Senin (31/8/2026).
Menurut Kusnan, peternak rakyat masih menghadapi tantangan dalam rantai pasok. Peternak menghadapi perubahan biaya produksi dan kebutuhan sarana produksi.
Pada sisi pemasaran, hasil produksi masih banyak dijual secara individual. Kondisi tersebut membuat ruang untuk memperkuat daya tawar peternak menjadi terbatas.
Melalui KOPERMINDO, berbagai kebutuhan anggota akan diupayakan terkonsolidasi. Pengadaan pakan, bibit atau DOC, obat hewan, vitamin, pupuk, dan benih dilakukan secara bersama.
Konsolidasi juga diarahkan terhadap hasil produksi anggota. Produk peternak nantinya dapat dikembangkan melalui pengumpulan, pemasaran, distribusi, dan pengolahan. Langkah tersebut juga diarahkan untuk memperluas akses pasar bagi produk anggota.
“Kita tidak ingin koperasi hanya menjadi tempat simpan pinjam atau sekadar formalitas organisasi. Targetnya adalah membangun koperasi sebagai perusahaan milik anggota yang sehat, profesional dan memberikan manfaat ekonomi nyata,” jelas Kusnan.
KOPERMINDO Dorong Nilai Tambah Produk Peternakan
KOPERMINDO dirancang menjalankan berbagai kegiatan usaha yang berkaitan dengan sektor peternakan. Kegiatan tersebut meliputi perdagangan sarana produksi, pengumpulan hasil anggota, serta pemasaran dan distribusi.
Koperasi juga akan mengembangkan produk lanjutan dari hasil peternakan.
Adapun komoditas yang masuk dalam ekosistem tersebut mencakup ayam, telur, produk turunan ayam, dan hasil peternakan lainnya.
Pengolahan produk menjadi salah satu bagian yang disiapkan dalam pengembangan usaha koperasi.
Peternak diharapkan tidak hanya berperan sebagai pemasok bahan baku. Mereka juga diharapkan memperoleh nilai tambah melalui pengemasan, distribusi, dan pemasaran.
Pengembangan usaha membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak. Pihak tersebut antara lain industri pangan, dunia usaha, lembaga keuangan, perguruan tinggi, dan pemerintah.
Koperasi Akan Mengandalkan Data
KOPERMINDO juga diarahkan menerapkan tata kelola profesional dan berbasis data.
Data anggota akan menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebijakan koperasi.
Data tersebut mencakup kebutuhan sarana produksi dan kapasitas produksi anggota. Perkembangan harga, kebutuhan konsumen, serta potensi pasar juga akan menjadi pertimbangan.
Pendekatan tersebut diharapkan membantu koperasi menyesuaikan kegiatan usaha dengan kebutuhan anggota.
Koperasi juga diharapkan mampu mengikuti perkembangan pasar secara lebih responsif.
Sekretaris Jenderal PERMINDO, Heri Irawan, mengatakan koperasi menjadi bagian penguatan peternak rakyat secara menyeluruh.
“Kalau ingin membangun kedaulatan pangan, kita tidak cukup hanya berbicara tentang produksi. Petani dan peternaknya juga harus memiliki kekuatan ekonomi. Mereka harus mempunyai akses terhadap input, pasar, informasi, kemitraan dan hilirisasi. Di situlah koperasi harus hadir,” ungkap heri.
Melalui KOPERMINDO, PERMINDO berharap peternak memiliki wadah bersama untuk mengembangkan usaha.
Pengembangan tersebut mencakup seluruh tahapan usaha, mulai produksi hingga pemasaran.
Koperasi juga diarahkan menjadi ruang kolaborasi bagi anggota menghadapi berbagai tantangan peternakan.
Langkah tersebut menempatkan penguatan ekonomi sebagai bagian penting dalam pembangunan ekosistem peternak rakyat.
Ekosistem tersebut diharapkan semakin terhubung dari sektor hulu hingga hilir. (sbh)

.jpeg)


